PENDAHULUAN
Peralatan Instrument Landing System (ILS) adalah salah satu
peralatan radio navigasi penerbangan yang berfungsi sebagai alat bantu
pendaratan instrumen yaitu berupa radio pemancar yang dilengkapi dengan
monitor, dimana suatu pemancar perangkat ILS melalui gelombang
radio frekuensi mampu memberikan sinyal informasi panduan arah pendaratan (azimuth),
sudut luncur (glide path) dan jarak terhadap titik pendaratan secara
presisi kepada pesawat udara yang sedang melakukan awal pendekatan dan
dilanjutkan dengan pendaratan di landasan pacu pada suatu bandar udara.
Gambar 1. Johnson, IFR artinya bukan
“I Follow Railroads!” (saya mengikuti rel)
Hingga
sekarang, pengalaman anda dalam pendekatan instrumen memungkinkan anda untuk
mendarat dalam kondisi cuaca buruk seperti awan mendung pada 400 kaki dan jarak
pandang sejauh setengah mil.
Pendekatan
NDB dan VOR, dengan panduan lateralnya terhadap landas pacu, sangat
meningkatkan kehandalan jadual penerbangan. Namun tanpa kemampuan memberikan
panduan vertikal terhadap landas pacu membatasi kegunaannya. Tidak adanya
panduan vertikal mengelompokkan mereka sebagai pendekatan non-presisi.
Sistem Pendaratan Instrumen menambahkan sudut luncur, atau informasi
ketinggian. Secara umum disebut ILS (Instrument Landing System), sistem ini
merupakan ‘kakek’ dari semuanya pada saat tiba waktunya turun mendekati darat.
Dalam tiap pengertian, ini merupakan sistem pendekatan presisi dan dengan
peralatan yang paling canggih sistem ini dapat memandu hingga menyentuh landas
pacu-- Decision Height nol dan jarak pandang nol.
Jika anda melompat ke poin ini dalam website tanpa melalui bagian-bagian
sebelumnya, saya sangat menganjurkan anda kembali ke bagian Air Navigation dan
meninjau bagian pada VFR Sectional Charts, IFR enroute low altitude charts, dan
dasar dalam perencanaan kursus. Lebih jauh, anda harus menuju bagian NDB
Approaches/Approach Plates dan membaca dasar-dasar Instrument Approach Plates,
yang sekarang disebut Terminal Procedures.
1.1 Komponen ILS
Gambar 2. Gambaran sinyal Glide
Slope dan Localizer
Jika anda terbang dengan ILS, anda benar-benar mengikuti dua sinyal: sebuah
localizer untuk panduan lateral (VHF); dan sebuah glide slope untuk panduan vertikal
(UHF). Jika anda menyetel Nav.receiver pada suatu frekuensi localizer, receiver
kedua yaitu glide-slope secara otomatis menyesuaikan dengan frekuensi yang
seharusnya. Pasangan frekuensi ini otomatis
Dalam ILS `bukan hanya terdapat sinyal localizer dan glide slope. FAA
mengelompokkan komponen-komponennya sebagai berikut:
Informasi panduan : localizer dan glide slope
Informasi jarak : rambu(beacon) outer marker (OM) dan middle marker (MM)
Informasi visual : approach lights, touchdown and cerline lights, runway lights
1.2 Deskripsi komponen ILS
Gambar 3. Gambaran tiga dimensi
Sistem Pendaratan Instrumen
Gambaran tiga dimensi Sistem Pendaratan Instrumen.
Indikator VOR awal berwarna kuning dan biru seperti tampak di sini, tapi
kemudian dihapuskan karena tidak memberikan informasi yang berguna. Antena
localizer tampak di ujung landas pacu.
1. 3 Localizer
Sinyal localizer memberikan informasi azimuth atau lateral untuk memandu
pesawat pada sumbu/as landas pacu. Ini mirip dengan sinyal VOR kecuali bahwa
sinyal localizer memberikan informasi radial untuk satu arah saja; arah landas
pacu. Informasi landas pacu ditampilkan pada indikator yang sama dengan
informasi VOR.
Saat mengikuti localizer, penerbang berbelok ke arah jarum dengan cara yang
sama dengan navigasi VOR.
Gambar 4. Indikator Localizer
Tampilan yang sudah akrab bukan? Mengikuti Localizer
ke Runway 067, bandara Green, Providence, R.I. Dari kiri ke kanan, pesawat
terlalu ke kanan 1°, dua titik (belok kiri untuk kembali); pesawat berada pada
jalur; dan terlalu ke kiri 1° (belok kanan untuk kembali).
Indikator localizer bereaksi secara berbeda dari VOR dalam beberapa cara.
- Localizer hanya terdiri atas
satu arah.
- Jarum
penunjuk localizer empat kali lebih sensitif jarum VOR. Penyetelan
heading/arah harus jauh lebih kecil karena meningkatnya sensitivitas
indikator. Untuk VOR, tiap titik di bawah jarum mewakili
deviasi/penyimpangan 0.5° dari jalur.
- Karena
localizer memberikan informasi hanya untuk satu radial, arah landas pacu,
Nav.receiver secara otomatis memotong kenop/tombol OBS (Omni Bearing
Selector). Dengan memutar OBS berarti juga memutar course ring pada
peralatan, tetapi tidak memiliki pengaruh apapun terhadap jarum.
Gambar 5. Indikator Localizer
Pada ketiga kasus di sini, pesawat melacak Localizer
di Providence, Runway 5, heading 047°. Perhatikan bahwa OBS disetel pada tiga
posisi berbeda dan hal ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap posisi jarum di
tengah. Ini merupakan karakteristik indikator Localizer.
Penerbang yang pintar memutar OBS ke arah localizer yang diinginkan sebagai
pengingat arah yang akan mereka tuju, sebagaimana pada gambar pertama sebelah
kiri di atas.
Seberapa sensitif Localizer? Dekat Outer Marker, satu titik penyimpangan adalah
500 kaki dari as landasan. Dekat Middle Marker, satu titik berarti anda di luar
jalur hingga 150 kaki.
1.4 Spesifikasi Localizer
- Antena localizer terletak jauh
di ujung landas pacu.
- Approach course localizer
disebut front course.
- Course line dalam arah
berlawanan terhadap front course disebut back course.
- Sinyal localizer umumnya dapat
dipakai dalam jarak 18 NM.
- Morse
code Identification (Identifikasi kode Morse) localizer terdiri atas
pengidentifikasi tiga huruf dimulai dengan huruf I. Berikut ini adalah
pengidentifikasi localizer untuk Runway 5 Providence.
Gambar 6. Antena Localizer.
Bukan, itu bukan localizer Providence. Itu adalah
antena localizer di bandara internasional (N.C.) Douglas, Charlotte pada suatu
hari yang mendung dan akan turun salju.
1.5 Glide Slope
Glide Slope merupakan sinyal yang memberikan panduan
vertikal bagi pesawat selama pendekatan ILS. Glide-slope path standar adalah 3°
menurun ke ujung approach runway. Ikuti dengan seksama dan ketinggian anda akan
benar dengan tepat saat anda mencapai touchdown zone pada runway.
Bayangkan glide slope sebagai localizer yang berada di samping, memberikan
sinyal hingga 3° ke udara.
Melacak glide slope identik dengan melacak sebuah localizer. Jika jarum
glide-slope bergeser dari tengah, ke atas atau ke bawah, gerakan pesawat ke
arah jarum jam dengan menyetel engine power. Jangan mengarahkan hidung pesawat
ke atas atau ke bawah.
Gambar 7. Glide Path Indikator
Mengarah ke Runway 5, bandara Green, Providence, R.I
dari kiri ke kanan, pesawat di atas glide path, tepat pada glide path, dan di
bawah glide path.
Ingat pendekatan stabil yang sudah kita lakukan untuk mencapai pendekatan NDB
dan VOR? Setiap detilnya penting saat melacak glide slope. Mengarahkan hidung
pesawat ke atas atau ke bawah menganggu kestabilan tersebut. Merubah engine
power tidak menyebabkan kestabilan terganggu.
Sudut proyeksi glide path normalnya disetel 3 derajat di atas horisontal
sehingga berpotongan dengan MM pada 200 kaki dan OM pada ketinggian 1400 kaki
di atas elevasi runway. Glide slope secara normal digunakan pada jarak 10 NM.
Seberapa sensitif glide slope? Sangat lebih sensitif daripada localizer. Pada
Outer Marker, tiap titik penyimpangan glide slope sama dengan kurang lebih
ekskursi 50 kaki dari glidepath yang telah ditentukan. Pada Middle
Marker,sensitivitasnya delapan kaki per titik.
1.6 Marker Beacon
Marker beacon digunakan untuk kesiapan pilot terhadap suatu tindakan
(misal, cek ketinggian) diperlukan. Informasi ini diperuntukkan kepada pilot
oleh isyarat audio dan visual. ILS terdiri dari tiga marker beacon: inner,
middle dan outer. Inner marker digunakan hanya untuk operasi Category II.
Marker beacon ditempatkan ditempatkan di interval yang ditetapkan sepanjang ILS
approaches dan dikenali dengan audio yang terpisah dan
karakteristik-karakteristik visual (lihat tabel di bawah). Semua marker beacon
beroperasi pada frekuensi 75 MHz.
Tabel 1

Gambar 8
Melihat tabel di atas bahwa bunyi dapat lebih
cepat dan nada lebih tinggi seperti ketika pesawat terbang bergerak ke arah
arah airport – pertama dash, lalu dot dan dash, akhirnya hanya dot.
OM, 4 sampai 7 NM dari runway threshold, secara normal menandakan di mana
pesawat terbang menangkap glide path ketika di ketinggian yang diterbitkan.
MM, 3500 feet dari runway threshold, adalah titik Decision Height untuk suatu
ILS approach yang normal. Pada glide path di MM suatu pesawat terbang akan
kira-kira 200 feet di atas runway.
IM, 1000 feet dari runway threshold, adalah titik Decision Height untuk suatu
approach Category II. Kemudian lihat untuk penjelasan dari kategori ILS
approaches.
BC ...... yang paling, hanya tidak semua, airport dengan suatu ILS juga
memberikan bimbingan pada back course. BC marker mengidentifikasi FAF
untuk back course. Suatu Back-Course approach adalah non-precision karena tidak
ada glide path yang berhubungan dengannya.
Mayoritas permasalahan di dalam menempatkan marker beacon adalah ketersediaan
kepemilikan tanah dan akses untuk kegunaan-keguanaannya.
1.7 Decision Height
ILS membawakan suatu istilah yang baru, Decision Height, atau DH yang mana
anda akan selalu mendengarnya dari sini. Sampai sekarang, ketinggian yang
diterbitkan dalam bagian minimum dari approach plates bahwa anda sudah
menggunakan MDA, atau minimum Descent Altitude. Ketika terbang dengan suatu
non-precision approach, anda tidak diberi hak untuk turun di bawah MDA kecuali
jika anda dapat melihat landasan terbang atau approach light dan membuat suatu
pendaratan yang normal.
DH mempunyai suatu maksud yang serupa. DH untuk satu ILS approach adalah suatu
titik pada glide slope yang ditentukan oleh altimeter dimana suatu keputusan
harus dibuat untuk melanjutkan mendarat atau melaksanakan suatu missed
approach.
Menganggap minimum, di bawah, untuk Runway 5 pada airport Green di Providence,
R.I.
Tabel 2
Catatan : Untuk contoh ini, data militer minimum sudah
dihilangkan. Di sini adalah penafsiran data minimum dari tabel di atas, untuk
setiap pesawat terbang Category A atau B, yaitu., 13 × Stall Speed sama atau
kurang dari 120 knots.
- Minimum
untuk suatu straight-in ILS approach pada Runway 5 adalah 253 ft. DH dan
1800 ft. RVR. Ketika anda turun sepanjang glide slope, ketika altimetermu
membaca 253 ft., anda harus membuat suatu keputusan apakah melanjutkan
pendaratan dan pendekatan, atau melaksanakan suatu missed approach.
- Minimum
untuk suatu straight-in ILS approach pada Runway 5 adalah 253 ft. DH dan
1800 ft. RVR. Ketika anda turun sepanjang glide slope, ketika altimetermu
membaca 253 ft., anda harus membuat suatu keputusan apakah melanjutkan
pendaratan dan pendekatan, atau melaksanakan suatu missed approach.
- Jika
Glide Slope adalah tak tersedia karena suatu alasan, orang bisa terbang
dengan suatu Localizer approach straight di Runway 5. Dalam kasus
tersebut, tanpa adanya glide slope, pendekatan itu sudah tidak lagi presisi
karena tanpa informasi bimbingan vertikal yang disediakan. 460 ft. di
bagan itu kini MDA, bukan DH, dan RVR minimum sudah meningkat kepada 2400
ft. Di sini, seperti VOR dan NDB approaches yang mana anda telah terbang,
anda boleh turun ke MDA secepat anda melewati FAF.
- Pendekatan
melingkar, tentu saja, adalah juga suatu pendekatan non presisi. MDA nya
adalah 560 ft dan jarak penglihatan minimum adalah satu mil, catatan
adalah RVR tidak digunakan disini. RVR adalah sempurna untuk jarak
penglihatan yang menurun pada suatu runway. Di suatu pendekatan melingkar,
perhatian pilot adalah kemampuannya untuk menjaga airport dalam
pengelihatan selagi bermanuver untuk suatu runway yang berbeda dari
approach course.
Banyak airline pengangkut memerlukan Category D minimum untuk suatu pendekatan
melingkar sekali pun pesawat terbang masuk dalam barisan range Category A atau
B. Pendekatan melingkar pendekatan adalah sulit dan meningkatkan beberapa
pengurangan minimum dari tekanan.
Sedih untuk mengatakan bahwa ada pilot angkutan udara yang menolak untuk
menerima apapun selain dari suatu ILS approach karena ketiadaan pengalaman
mereka dengan prosedur-prosedur yang lain. Mereka akan lebih suka mengahadapi
suatu runway dengan angin badai yang kuran baik. Ataupun mereka mempercayai
“kotak hitam” tanpa pengalaman mereka di pendekatan yang lain.
1.8 Kategori ILS
Untuk waktu yang paling lama, minimum untuk suatu ILS approach adalah
setengah mil jarak penglihatan dan suatu ketinggian 200 ft. Lalu berbagai hal
mulai berubah, terutama keandalan, ketelitian, dan kemampuan autopilot. RVR,
suatu pengukuran lebih dapat dipercaya dari penglihatan, mulai muncul di
approach plates, juga.
Seperti perubahan-perubahan yang meningkat, FAA menunjuk tiga kategori dari ILS
approaches, dengan berturut-turut menurunkan minimum.
Kemudian, mereka memutuskan bahwa tiga kategori tidak cocok untuk semua
situasi yang diinginkan dan lebih lanjut mengembangkannya. Tabel berikut
menunjukkan keseluruhan ILS approaches.
Tabel 3
Data dari Aeronautical Information Manual, AIM,
FAA.gov. Anda akan mengenali bahwa Cat. IIIC approach adalah suatu zero-zero
approach.
Autopilot adalah dalam kendali penuh dari pesawat
terbang untuk setiap pendekatan di bawah Cat. I dan anda tidak bisa memulai
suatu Cat. II atau Cat. III approch pada hanya setiap airport hanya karena
cuaca minimum memerlukannya. Pendekatan itu, seperti semua yang lainnya, harus
disetujui dan diterbitkan.
1.9 Apakah menurunkan kemampuan ILS minimum apapun benar-benar dapat
diterima?
Pertanyaan baik. FAA menyimpan banyak sekali statistik di sepanjang landing
pesawat terbang U.S saya tidak mengetahui apakah bahwa data yang termasuk
statistik pada kategori dari suatu pendaratan ILS, tetapi tidak akan menarik
untuk mengetahui berapa persen dari pendaratan pesawat komersil adalah Cat. II
atau lebih rendah? Atau bahkan Cat. I? Barangkali kapten senior suatu
perusahaan penerbangan utama dapat menulis dan mengatakan kepada kita
pengalamannya.
Dari keinginan, meskipun, adalah penurunan progressif minimum karena
masing-masing dari pendekatan untuk situasi yang riil. Perhatikan tabel berikut
yang membandingkan DH/MDA dan RVR untuk masing-masing jenis dari pendekatan
pada Green Airport di Providence R.I.
Tabel 4
* terdapat lampu identifikasi touch
down zone dan runway centerline
** NDB tidak lagi terdapat di Providence tapi tetap ada dalam tabel ini untuk
menggambarkan angka-angkanya.
*** Nilai-nilai MDA ditunjukkan pada approach plate dalam penambahan 20 kaki
karena dengan cara itulah altimeter ditandai/dicatat. (dan MDA selalu
dibulatkan)
Pendekatan “LOC” adalah pendekatan Localizer yang hanya memakai komponen
localizer dari suatu ILS. Maka dari itu merupakan pendekatan non presisi dengan
nilai minimal yang lebih tinggi. Pendekatan localizer merupakan subjek pertama
yang dibicarakan dalam bab berikut.
1.10 Compass Locator
Gambar 9. Compass Locator
Anda berpikir telah melihat yang terakhir dari RMI?
Tidak. Penerbang menggunakannya lebih sering daripada yang anda kira, bahkan
jika hal ini jarang untuk pendekatan NDB.
Menjadi lebih umum untuk menempatkan pemancar compass locator bersama dengan
rambu/beacon Outer Marker. Beberapa bandara juga menempatkannya dengan rambu
Middle Marker dan Inner Marker. LF NDB ini melakukan dua fungsi yaitu menjaga
penilaian penerbang atas posisi relatifnya terhadap marker beacon dan juga
dapat sebagai alat bantu navigasi bagi mereka sendiri.
NDB compass locator biasanya memiliki daya kurang dari 25 watt, dengan
jangkauan setidaknya 15 mil dan beroperasi diantara 190 dan 535 KHz. Di
beberapa lokasi, rambu radio dengan daya lebih besa, hingga 400 watt, digunakan
sebagai compass locator OM. Hal ini umumnya membawa informasi Transcibed
Weather Broadcast (TWEB).
Compass locator memancarkan kelompok identifikasi dua huruf. Outer locator
memancarkan dua huruf pertama dari localizer ident Morse Code dan middle
locator memancarkan dua huruf terakhir localizer ident code. Pada kedua kasus,
ident dimulai dengan huruf “I”. Sebagai contoh, di Providence, Runway 5:
(anggap compass-locator beacon ada pada dua marker ini).
Localizer
Ident :
I-PVD
OM
Ident
: I-PV
MM
Ident
: I-VD
1.11 Distance Measuring Equipment (DME)
Gambar 10. DME Indikator.
Ini adalah suatu DME yang bagus, di samping fakta
bahwa saya tidak dapat membaca digitnya hingga saya mewarnai ulang dengan warna
putih. Versi FSX lebih menarik.
Kontrol dan bacaan/tampilannya akan anda lihat dengan jelas. Yang paling atas
adalah jarak dalam NM (5.1), ground speed dalam knot (80) dan waktu untuk tiba
di station dalam menit (4). Model ini memungkinkan anda memilih VOR mana yang
digunakan DME untuk mengukur jarak – yang satu ini disetel dengan Nav receiver
nomor 1 (N1) seperti dalam kasus ini, atau Nav receiver nomor 2 (N2).
Masalah kecil adalah pengingat bahwa jarak yang diindikasikan pada panel DME
adalah dalam kisaran yang menurun, bukan jarak di bumi. Pesawat berada di udara
dan jarak yang diukur adalah dari atas sana menuju station, seperti hipotenusa
segitiga. Jadi anda akan selalu lebih dekat ke station daripada yang
diindikasikan oleh DME.
Error/kesalahan lebih besar untuk jarak pendek daripada jarak yang besar.
Sebagai contoh, jika anda menjelajah pada ketinggian 5000 kaki dan DME
menunjukkan 5.1 NM seperti dalam ilustrasi, jarak darat ke station adalah
sekitar 4.9 NM, dengan error 3%. Jika DME anda melaporkan 30 mil masih pada
5000 kaki, jarak darat sekarang adalah 70 kaki lebih pendek daripada jangkauan menurun,
sebuah error yang tidak signifikan.
Distance Measuring Equipment dapat menjadi bagian penting dalam pemasangan ILS.
Tidak hanya apakah DME membantu dalam pendekatan, tapi DME dapat menjadi
komponen yang diperlukan untuk memandu anda ke FAF untuk memulai pendekatan.
Anda akan mendapat kesempatan untuk mengerjakan beberapa latihan untuk DME pada
akhir bagian pendekatan ILS.
Fungsi-fungsi DME dalam pendekatan :
- Jika dipasang dengan ILS dan
ditetapkan dalam prosedur pendekatan : DME dapat digunakan: Sebagai
pengganti OM,
- Sebagai back course (BC) final
approach fix (FAF), dan
- Untuk menentukan ketetapan lain
pada localizer course
Pada beberapa kasus, DME dari fasilitas terpisah dapat digunakan :
- untuk memberikan segmen
pendekatan awal
- sebagai FAF untuk pendekatan
BC, dan
- sebagai pengganti OM
1.12 ILS awal
Anda mungkin terkejut mempelajari bahwa Instrument
Landing System mendahului penemuan dan penyebaran sistem VOR. Instalasi
pengujian sistem VOR pada akhir tahun 1940-an segera menunjukkan kegunaannya dan
sebelum awal tahun 1950-an pemasangan sitem ini yang tersebar luas merupakan
prioritas tinggi untuk FAA, kemudian diketahui sebagai CAA.
Eksperimen pada sistem pendekatan dan pendaratan instrument, bagaimanapun telah
dilakukan dengan baik sejak tahun 1928. ILS pertama dipasang untuk pengujian
layanan bandara Indianapolis pada tahun 1940.
Gambar 11. Instrumen Landing System
pertama, bandara Municipal indianapolis (Ind.), tahun 1940
Satu-satunya
perbedaan yang perlu dicatat : Inner Marker tersebut kini menjadi Middle Marker
Indianapolis tidak dipilih karena kebetulan saja. CAA
telah memperkuat fasilitas pengembangan teknik disana pada tahun 1939,
berdekatan dengan bandara Municipal tersebut. Tempat itu merupakan pusat
pengembangan alat bantu navigasi udara hingga tahun 1985 ketika dipindahkan ke
atlantik city, NJ.

Gambar 12. ILS Indikator Tahun 1940
Tampilan indicator tahun 1940 tidak tampak terlalu berbeda dengan jaman kita,
60 tahun kemudian. Warna biru dan kuning dimaksudkan untuk mengingatkan
penerbang, pada sisi pancaran ILS sebelah mana sedang berada namun kemudian
dianggap tidak perlu.